KPPPA dan DPPPA Sulsel Bahas Juknis Rumah Sakit Ramah Anak

  • 21 Juli 2017
  • 34
  • Administrator

Dalam rangka memberikan pelayanan pemenuhan hak anak atas kesehatan yang berkesinambungan dan menyeluruh. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bersama Dinas PPPA Sulsel membahas rancangan Juknis Pelayanan Ramah Anak di Rumah Sakit, beberapa waktu lalu. "Hal itu sebagaimana kita ketahui bersama bahwa salah satu hak anak yang harus dipenuhi, dihargai dan dilindungi adalah hak kesehatan dasar dan kesejahteraan," ujar Kepala Dinas PPPA Sulsel Andi Murlina, Jumat (21/7/2017). Dalam Konvensi Hak Anak (KHA) pasal 24 menetapkan, mendapatkan standar kesehatan tertinggi yang dapat dicapai dan perawatan serta pemulihan kesehatan bila sakit merupakan hak anak yang harus terpenuhi. Menurutnya, negara peserta harus berupaya keras untuk menjamin, tidak ada seorang pun anak yang akan dirampas haknya untuk mendapatkan pelayanan perawatan tersebut. "Indonesia sebagai negara peserta telah menetapkan Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana beberapa kali telah diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dimana sebagian besar substansinya sesuai ketetapan KHA," papar Andi Murlina. Ia menambahkan, kategori anak yakni seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk yang masih dalam kandungan. Ketetapan ini menunjukkan bahwa seseorang yang telah menikah sebelum usia 18 tahun masih harus dilindungi dan dipenuhi haknya sebagai anak. "Undang undang menetapkan bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi," jelasnya. Berkaitan dengan pemenuhan hak kesehatan, pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak, agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak masih dalam kandungan. Menurutnya, Orangtua dan keluarga bertanggung jawab menjaga kesehatan anak dan merawat anak sejak dalam kandungan. Rumah Sakit yang merupakan fasilitas pelayanan yang tidak kalah pentingnya dalam memberikan pelayanan pemenuhan hak anak atas kesehatan. "Selain memberikan pelayanan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan pemulihan, Rumah sakit juga berperan dalam pemberdayaan keluarga agar paham dan mampu memenuhi hak anak atas kesehatan," ujar Murlina. Disamping itu, rumah sakit juga harus menjadi pusat informasi kesehatan bagi keluarga maupun anak, dan memberi dukungan agar mereka dapat mempraktekkan pengetahuan kesehatan dalam kehidupan. Saat ini ada 255 Puskesmas di 54 Kab/kota di Indonesia yang telah menginisiasi menyelenggarakan upaya pemenuhan hak anak atas kesehatan yang ramah. "Dari sisi pembangunan manusia, memprioritaskan anak merupakan upaya strategis dan signifikan karena merupakan pemenuhan hak asasi, investasi yang tepat dan harapan masa depan. Apalagi dengan adanya fakta yang menunjukkan bahwa jumlah anak sekitar 34 persen dari jumlah penduduk di Indonesia," pungkasnya.