DPPPA Sulsel Tingkatkan Penyusunan Profil Anak

  • 28 Oktober 2017
  • 37
  • Administrator

Dalam rangka meningkatkan pembangunan, pemenuhan hak dan perlindungan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Sulsel, menggelar kegiatan Penyusunan Profil Anak, di Hotel Denpasar Makassar. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 10 hingga 11 Oktober 2017. Kepala DPPPA Sulsel, Andi Murlina mengatakan, data anak tidak hanya menjadi kebutuhan dan perhatian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saja. "Data anak menjadi bagian penting dalam pengelolaan data di seluruh organisasi perangkat daerah. Maka dari itu, setiap perangkat daerah haruslah memperhatikan ketersediaan data anak yang terkini, dan disediakan secara berkesinambungan," tuturnya, Selasa (10/10/2017). Ia menambahkan, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepertiga dari penduduk Sulawesi Selatan merupakan anak-anak. Melihat jumlah yang besar itu, sudah seharusnya anak-anak menjadi prioritas pembangunan. "Memastikan tumbuh kembang anak hanya dapat terwujud jika komitmen dan sinergi upaya dalam pemenuhan hak-hak anak kita lakukan. Untuk itu, diperlukan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan anak dan mempersiapkan masa depan bangsa yang lebih baik untuk anak-anak kita," paparnya. Ia juga menekankan, bukan hanya program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang memerlukan data anak, namun seluruh program pembangunan memerlukannya. "Karena pemenuhan hak anak itu sifatnya menyentuh seluruh bidang pembangunan. Oleh karenanya, sistem pencatatan, pelaporan, dan penyajian data anak ini hendaknya dibangun secara sinergi dalam satu kesatuan Tim Data Anak Tingkat Provinsi," tuturnya. Sementara itu, Kepala Bidang Data dan Informasi Gender Anak DPPPA Sulsel, Suciati yang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan, Kehadiran tim data anak tingkat provinsi diharapkan dapat menjembatani seluruh persoalan tentang ketersediaan data anak. Serta dapat memaksimalkan ketersediaan data anak di seluruh sektor. "Sehingga secara pasti perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berbasis data dapat kita wujudkan," jelasnya. Di kesempatan yang sama, Kasi Statistik Kesra BPS Provinsi Sulsel, Arif Miftahuddin sebagai narasumber mengatakan, Beberapa data anak yang dihasilkan oleh BPS, melalui survey terbatas pada jenis data tertentu. "Data dan informasi harus selalu dievaluasi dan diperhatikan perubahannya. Oleh karena itu, kegiatan pemutakhiran data seperti ini menjadi sangat relevan dan strategis untuk mendukung perencanaan dan arah pembangunan ke depan," jelas Arif.