DPPPA Sulsel Tingkatkan SDM Data Kekerasan Berbasis Aplikasi

  • 23 Agustus 2017
  • 55
  • Administrator

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sulsel menggelar kegiatan ToF Pengelola Pencatatan dan Pelaporan Data Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak berbasis aplikasi, di hotel Clarion, mulai tanggal 20 hingga 22 Agustus 2017. Kepala DPPPA Sulsel, Andi Murlina mengatakan, di sebagian kalangan, pembicaraan tentang data merupakan hal yang kurang menarik. Namun, seiring dengan tuntutan perkembangan dan perubahan lingkungan strategis, hal itu justru menjadi suatu keharusan. "Karena data yang dianalisis dapat membuka mata dan wawasan, serta mempengaruhi rumusan kebijakan para penentu kebijakan di seluruh level pemerintahan. Selain itu, juga dapat dijadikan rujukan bagi para lembaga pemerintah maupun non pemerintah untuk menilai sebuah keberhasilan pembangunan," ungkapnya, Selasa (22/8/2017). Sementara itu, Kepala Bidang Data dan Informasi DPPPA Sulsel, Suciati mengatakan, saat ini teknologi informasi banyak digunakan diberbagai aktifitas pemerintah dan masyarakat untuk efisiensi dan efektifitas. Demikian halnya dengan penyediaan data. Cara-cara konvensional untuk penyediaan data mulai berkurang, dan beralih ke sistem aplikasi yang lebih memudahkan untuk merekam maupun mengolah data. "Namun, di satu sisi, penerapan sistem aplikasi data, menuntut sumberdaya manusia yang mumpuni, tekun, dan bertanggungjawab, tentunya disamping sarana dan prasarana yang memadai," kata dia. Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa tantangan yang di hadapi terkait sumberdaya aparatur adalah terjadinya mutasi staf yang sudah dilatih, ke instansi lain. Dimana, hal tersebut berdampak pada pengimputan data kekerasan di setiap kabupaten/kota. "Sebagai contoh, di Sulawesi Selatan, dari 24 kabupaten/kota, tidak semua aktif menginput di tahun 2017 ini. yang melakukan penginputan pun belum maksimal datanya, sehingga data kasus di Sulawesi Selatan yang terlihat di Command Data Kementerian PPPA, belum mampu menggambarkan total kasus di seluruh wilayah Sulawesi Selatan," paparnya. "Maka, Inilah tujuan ToF ini dilakukan, yaitu untuk menyediakan SDM pengelola data yang terlatih, sehingga dapat menjamin ketersediaan data terkini terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Sulsel," lanjut Suci. Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat yang membidangi data pada dinas PPPA kabupaten/kota dan petugas pengelola P2TP2A di kabupaten/kota dan provinsi sebanyak 58 orang.